Suami Suka Main Judi
Disebutkan dalam Al-Qur'an, judi merupakan perbuatan setan
Keharaman perbuatan judi merupakan status mutlak yang telah tertulis dalam ayat suci Al-Qur'an, tepatnya dalam QS Al-Maidah ayat 90, berbunyi:
إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan,” (QS. Al Maidah: 90).
Dalam ayat tersebut, Allah menyebut judi sebagai salah satu bentuk perbuatan setan. Judi perlu dihindari karena bersifat haram.
Dengan menjauhi segala perbuatan yang dilakukan setan, maka hidup akan terasa lebih tentram dan tenang. Uang yang dihasilkan dari judi baik sedikit maupun banyak tetaplah haram.
Segala bentuk perjudian yang dilakukan secara offline atau online hukumnya haram
Dengan bermodalkan internet dan sepeser uang ribuan rupiah, banyak orang memilih mengadu nasib terjun ke dunia perjudian. Padahal, judi online merupakan sikap buruk yang perlu dihindari umat muslim.
Mengutip dari laman resmi MUI, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, telah menegaskan bahwa segala bentuk perjudian yang dilakukan secara langsung (offline) atau daring (online) itu hukumnya haram.
Istri bisa memutuskan bercerai jika tidak terima suaminya berjudi
Salah satu sikap baik Allah adalah Maha Pemaaf alias mudah memaafkan umatnya. Jika sudah diberitahu dan suami ingin berhenti dengan bertobat, maka Allah akan mengampuninya.
“Kalau dia (yang berjudi) mau bertobat, maka dia tak berdosa. Orang yang bertobat maka tidak berdosa,” jelas Ustaz Somad.
Jika seorang suami terlibat perjudian, maka pilihan istri hanyalah dua, yakni memaafkan atau menerimanya. Jika Mama tidak mau terima, maka Mama bisa memutuskan hubungan.
“Kalau ibu tak mau terima, maka bercerai. Ibu bisa memutuskan hubungan namanya khulu, kalau laki laki namanya talak artinya cerai. Kalau mau lanjut, suami yang bertobat bisa diterima dengan baik. Kalau nggak terima bisa gugat ke pengadilan,” pungkasnya.
Jadi itulah cara menyikapi suami yang suka main judi menurut ustaz Abdul Somad. Semoga informasinya membantu, ya.
BANGKAPOS.COM -- Bos timah di digerebek saat main judi, Buya Yahya beberkan cara istri mengingatkan suami yang suka judi.
Sebagaimana diberitakan oleh Bangkapos.com, Tim Opsnal Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengamankan belasan orang penjudi yang beraksi di Kawasan Pojam atau Gudang Edo yang berlokasi di Jalan Listrik Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.
Sebelas orang yang diamankan pada Senin (28/3/2022) kemarin ini diduga pula merupakan bos timah yang beraktivitas di Koba.
Sebelas orang yang diamankan tersebut yakni masing-masing berinisial AS, AC, AK, TN, BK, BA, BF, FS, ST, EG dan LS.
Semuanya diamankan lantaran melakukan aksi perjudian dengan permainan mahjong dan kartu remi serta barang bukti lainnya seperti uang tunai senilai jutaan dan alat main judi yaitu mahjong dan remi.
Seperti diketahui bahwa berjudi merupakan perbuatan yang dilarang.
Terlepas dari itu, orang terdekat seperti istri dan anak bahkan saudara menjadi orang yang berperan agar mengingatkan bahaya perjudian.
Terutama istri sebaiknya mengingatkan suami yang suka judi.
Dalam sebuah ceramah Buya Yahya, dia menjelaskan cara istri mengingatkan suami yang suka bermain judi.
Hal itu dia ungkapkan dalam kanal YouTube Buya Yahya diunggah pada 18 November 2019 lalu.
Pertama kali, Buya Yahya mengatakan semua suami istri pastinya mengalami permasalahan dalam keluarga.
"Semoga kita menjadi keluarga yang baik-baik semuanya," bebernya.
Dia menjelaskan apabila menemukan anggota keluarga, bahkan suami sendiri yang keluar dari jalur kebenaran hendaknya menggunakan cara ini.
"Paling utama harus kita hadirkan adalah kerinduan dulu untuk membawa dia dalam kebaikan," ungkap Buya Yahya.
Baca juga: Bolehkah Berhubungan Jelang Sahur dan Mandi Junub Setelah Imsak, Begini Penjelasan Buya Yahya
Dia melanjutkan bahwa keluarga atau istri ada rasa cemburu kenapa suami seperti itu.
Buya Yahya melanjutkan setelah mengingatkan suami maka terpenting adalah doa.
"Doa yang banyak di tengah malam agar suami atau keluarga kita diberikan petunjuk," kata Buya Yahya.
Lalu cara yang ketiga adalah ingatkan dia dengan lisan Anda yang baik.
Baca juga: Apakah Seseorang Meninggal Pada Hari Jumat Disebut Husnul Khotimah, Ini Kata Buya Yahya
"Ingatkan perilaku yang baik sehingga dia akan terpesona dengan Anda. Ini berlaku untuk semuanya," sebutnya.
Lebih lanjut Buya Yahya mengatakan bahwa cara lainnya istri mengingatkan suami harus tahu waktu dan tempat.
"Jangan sampai Anda datang di saat dia (suami) lagi maen judi dari gaple atau remi, nanti Anda dilempar," katanya.
Simak video selengkapnya di sini
Hukum Mendapatkan Uang Dari Game Online Apakah Haram
Game online saat ini paling digemari oleh banyak orang.
Pasalnya, mereka bisa mendapatkan uang dari game tersebut dengan menjual barang-barang yang ada di game untuk digunakan oleh pemain lainnya.
Lantas, apakah uang yang dihasilkan dari game itu halal atau haram?
Dalam sebuah video singkat, Buya Yahya menjelaskan hukum mendapatkan uang dari game.
Hal itu dia beberkan dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada pada 18 Maret 2020.
Buya Yahya mencoba memberikan jawaban tentang hukum mendapatkan uang dari game online.
"Kita tidak ngerti seperti apa sih bermain game ini. Kalau ternyata kita membayar misalnya membeli aplikasi itu semacam ini, saya membayar sesuatu kemudian saya akan mengambil.
Kalau berhasil saya dapat, kalo enggak ya enggak, nah ini judi," sebut Buya Yahya.
"Gambarannya seperti kita pergi ke mall, kita bayar dengan suatu alat.
Spekulasi kan, enggak jelas beli apa. Itu adalah haram, enggak boleh," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya juga menerangkan, dalam hal jika seseorang membuat suatu game di internet yang berarti online.
Kemudian siapapun menginginkan untuk dijual, game tersebut tidak ada hukum haramnya.
"Kalo masalah menjual, misalnya kita buat game online di internet, kemudian siapa pun yang menginginkan.
Kita jual, jadi game itu adalah permainan. Seperti itu asal tidak bahaya, hal-hal itu gak ada hukum haram," kata Buya Yahya.
Dia melanjutkan, game yang dapat dikatakan haram jika bermain tidak tepat dalam penggunaannya.
Contohnya saja mengganggu waktu sehingga lalai akan kewajiban atau sholat, hal-hal yang dapat membahayakan.
"Masalahnya bukan pada gamenya kan, game itu seperti permainan kan, tidak ada hukum haram asalkan tidak ada gambar aneh-aneh.
Tapi kalau sudah menjadikan lalai, lupa sholat dan sebagainya jadi haram disitu," jelasnya.
Sehingga dalam hal ini, menurut yang dikatakan oleh Buya Yahya dapat dikategorikan sebagai hal mubah (boleh dilakukan tetapi tidak benilai pahala).
"Tapi, sekarang itu jualnya kemana? Makanya, Anda kalau ingin menyewakan jangan menyewakan game. Anda akan merusak berapa banyak anaknya orang.
Sehingga orang tuanya itu marah-marah, karena anaknya tidak sholat, tidak belajar, gara-gara game," kata Buya Yahya.
Tidak hanya menjelaskan mengenai game online, Buya Yahya juga mengingatkan untuk membuat usaha atau berjualan yang lebih bermanfaat.
"Jadi kalau anda ingin jualan, jualannya bermanfaat. Kalau anda tahu, bahwasannya ingat.
Allah kan tidak tidur, kalau anda menjual macam-macam game itu untuk apa sih?
Iya orang ngerti untuk hiburan tapi bagaimana dengan kecanduan? Ini berpotensi merusak anak-anak orang lain," tegas Buya Yahya.
Selanjutnya, Buya Yahya juga menambahkan untuk lebih waspada dalam bermain game.
Jika pun memang untuk digunakan sebagai hiburan harus tetap dibatasi.
"Untuk senang-senang ya ada batasnya, kan tidak bisa dikatakan game itu haram," sebutnya.
Dia melanjutkan, kecuali yang mengarah kepada pelecehan agama, ada muatan-muatan nilai atau makna yang kotor atau jelek baru itu haram," ucap Buya Yahya.
(Bangkapos.com/Widodo)
Assalamualaikum,, saya sedang ada masalah di pernikahan saya. Suami saya suka ngomong kasar, teriak di telinga saya, nyabet saya pakai lidi, menendang, setiap melihat wajah saya bawaannya pengen mukul aja. Dia juga sekarang mengabaikan saya, dia tidak pernah memanggil nama saya dengan baik. Dia juga tidak perhatian sama saya, dia tidak mau jika saya salim tangannya saat saya berangkat kerja, dia juga suka chat cewe asing walaupun dia tidak pernah memberi tahu identitas nya... komunikasi sudah jarang, sudah 1 minggu lebih tidak berhubungan intim, dia juga memperlakukan saya seperti babu. Saya seperti hidup dengan majikan saya. Apakah itu termasuk KDRT dan bagaimana saya harus menyikapi nya?? Terimakasih
Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.
Sebelum menjawab sikap apa yang harus anda ambil untuk menghadapi sikap suami anda yang kurang baik dan kasar kepada anda,maka perlu anda evalusi diri terlebih dahulu. Apa yang menyebabkan suamai anda berlaku kasar kepada anda? apakah anda mempunyai kesalahan pada dirinya sehingga berubah sikapnya? Apakah ada pihak ketiga yang membuat suami anda berlaku kasar kepada anda? Apakah dia memiliki kebiasan baru yang aneh sehingga dia bersikap kasar kepada anda? seperti narkoba dan sejenisnya?
Dan pertanyaan-pertanyaan lain, yang intinya menggali penyebab suami anda bersikap kasar kepada anda. Jika sebab itu telah ditemukan atau dia akui sendiri, maka solusinya akan lebih mudah untuk diperoleh. Tetapi jika penyebabnya belum ditemukan, maka akan susah memberikan sikap yang tepat untuknya. Ibarat dokter yang ingin menyembuhkan penyakit pasien, tapi dia tidak mengetahui penyebab sakitnya.
Secara umum apa yang anda ceritakan sudah masuk dalam kategori KDRT. Kekerasan dalam rumah tangga bisa dalam bentuk kekerasan mental dan fisik, seperti pukulan,tendangan dan lain-lain. maupun kekerasan.
Jika ada kekerasan dalam rumah tangga,dan anda tidak bisa menyelesaikan sendiri, pergilah ke KUA untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai dengan kondisi anda. Atau anda bisa meminta tolong dan saran kepada orang lain yang bisa menghentikan kekerasaanya itu. Wallahu a’lam bishowab. (as)
BANGKAPOS.COM -- Bos timah di digerebek saat main judi, Buya Yahya beberkan cara istri mengingatkan suami yang suka judi.
Sebagaimana diberitakan oleh Bangkapos.com, Tim Opsnal Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengamankan belasan orang penjudi yang beraksi di Kawasan Pojam atau Gudang Edo yang berlokasi di Jalan Listrik Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.
Sebelas orang yang diamankan pada Senin (28/3/2022) kemarin ini diduga pula merupakan bos timah yang beraktivitas di Koba.
Sebelas orang yang diamankan tersebut yakni masing-masing berinisial AS, AC, AK, TN, BK, BA, BF, FS, ST, EG dan LS.
Semuanya diamankan lantaran melakukan aksi perjudian dengan permainan mahjong dan kartu remi serta barang bukti lainnya seperti uang tunai senilai jutaan dan alat main judi yaitu mahjong dan remi.
Seperti diketahui bahwa berjudi merupakan perbuatan yang dilarang.
Terlepas dari itu, orang terdekat seperti istri dan anak bahkan saudara menjadi orang yang berperan agar mengingatkan bahaya perjudian.
Terutama istri sebaiknya mengingatkan suami yang suka judi.
Dalam sebuah ceramah Buya Yahya, dia menjelaskan cara istri mengingatkan suami yang suka bermain judi.
Hal itu dia ungkapkan dalam kanal YouTube Buya Yahya diunggah pada 18 November 2019 lalu.
Pertama kali, Buya Yahya mengatakan semua suami istri pastinya mengalami permasalahan dalam keluarga.
"Semoga kita menjadi keluarga yang baik-baik semuanya," bebernya.
Dia menjelaskan apabila menemukan anggota keluarga, bahkan suami sendiri yang keluar dari jalur kebenaran hendaknya menggunakan cara ini.
"Paling utama harus kita hadirkan adalah kerinduan dulu untuk membawa dia dalam kebaikan," ungkap Buya Yahya.
Baca juga: Bolehkah Berhubungan Jelang Sahur dan Mandi Junub Setelah Imsak, Begini Penjelasan Buya Yahya
Binsar Hutapea | 14 Januari 2022 | 11:00 WIB
TABLOIDBINTANG.COM - Tidak mudah menikah dengan seseorang yang pemarah. Beberapa suami mungkin bisa mengendalikan diri ketika marah sehingga tidak menyakiti istri mereka. Namun, tak dipungkiri juga ada yang karena emosi tega melakukan kekerasan pada pasangannya.
Jika Anda pernah mengoreksi kebiasaan marah suami, tetapi dia tidak berubah, jangan khawatir. Anda bisa melakukan beberapa cara ini untuk menghadapi pasangan yang pemarah.
Tetap tenang saat suami marah
Ketika melihat suami marah, Anda mungkin terdorong untuk berdebat dan terlibat dalam perang kata-kata yang kejam. Namun, sebenarnya cara yang paling baik adalah mencoba meredakan situasi dengan tetap tenang dan tidak membalas ejekannya. Memiliki pertengkaran yang buruk bisa membuat pasangan Anda lebih marah dan menjadi agresif dan lebih kasar. Oleh karena itu, cobalah melontarkan kata-kata Anda dengan suara yang menenangkan dengan pertimbangan untuk mengakhiri pertengkaran.
Bangun jaringan di luar pernikahan Anda
Mungkin wajar bila Anda ingin menyampaikan kesedihan kepada ibu mertua atau mungkin ipar perempuan Anda. Namun, mungkin saja mereka tak pernah tahu sisi pemarah suami Anda. Karenanya, penilaian mereka mungkin bias dan dalam kasus terburuk, mereka mungkin menolak untuk mempercayai ketika Anda berbicara tentang masalah kemarahan suami Anda. Oleh karena itu, Anda harus memiliki sistem pendukung dari teman atau kerabat yang dapat Anda percayai.
Jangan pernah takut untuk pergi
Wanita sering kali takut meninggalkan pertengkaran yang memanas karena tahu betul bahwa itu mungkin berakhir dengan kekerasan fisik. Meskipun itu bukti kalau Anda menghargai pasangan, tetapi Anda harus lebih memperhatikan keselamatan diri sendiri dan pergi tepat waktu sebelum pertengkaran berujung pada perkelahian. Jika Anda telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan seksual dalam pernikahan, maka Anda harus menghubungi pihak kepolisian setempat untuk meminta bantuan. Jangan pernah takut menjauh dari situasi yang buruk, karena Anda dapat membangun kembali hidup Anda menjadi lebih bahagia.
Pertanyaan pada judul pernah saya tanyakan kepada seorang kawan saat kita mengunjungi Crown Casino di Melbourne beberapa tahun silam. Ia menjawab dengan acuh; "mungkin karena orang Tionghoa senang mengambil resiko, jadi sesekali keberanian dan instingnya ingin diasah."
Saya tidak perlu bertanya lagi, karena yang ia ungkapkan tidak mewakili orang Tionghoa pada umumnya. Ia lebih mengukuhkan alasan terhadap hobi berjudinya.
Saya pun juga tidak perlu pembuktian lebih lanjut. Tersebab di lantai casino tersebut jelas terlihat wajah asia mendominasi.
Masih banyak permainan judi mendunia dengan embel-embel tionghoa. Di Casino sendiri, Pai Gow sudah menjadi salah satu permainan resmi. Ini belum termasuk Mahjong, Qiu-Qiu, hingga Capsa. Semuanya berbau Tionghoa.
Di Hongkong dan Taiwan, judi bahkan menjadi ajang silaturahim. Permainan Mahjong marak terlihat pada acara kedukaan atau perkawinan. Para tamu datang dengan hepi dan bermain di sana.
Lantas apakah fakta bahwa orang Tionghoa suka judi itu benar? Jelas tidak. Ini stereotip. Orang Tionghoa tiada bedanya dengan orang lain pada umumnya. Judi adalah masalah personal.
Namun menarik melihat fakta sejarah.
Dikutip dari sumber (1), sejarah perjudian China telah ada sejak 4.000 tahun lalu. Adalah permainan papan (boardgame) yang bernama Liu-bo. Sama seperti catur, liu-bo membutuhkan adu strategi dan kognitif untuk bisa menang.
Awalnya, taruhan uang bukan menjadi motivasi utama dalam permainan ini. Entah bagaimana, akhirnya liubo pun diubah menjadi permainan judi. Mah-tiae atau ma-diao. Ia adalah sejenis permainan dengan pola mix and match. Kelak Mah-tiae pun berevolusi menjadi permainan Mahjong yang kita kenal sekarang.
Disebutkan bahwa Mahjong berasal dari pemikiran filsuf besar China, Confucious. Namun, fakta ini masih ambigu dan perlu banyak perdebatan.
Tersebab ajaran Confucianisme sendiri menekankan kepada moralitas sebagai landasan utama hidup harmonis. Ajaran ini merujuk kepada sifat ideal manusia sebagai individu maupun dalam masyarakat.
Memang benar bahwa Confucious tidak pernah menekankan doktrinisasi seperti ajaran agama yang kita kenal pada umumnya. Confucious membuka peluang kebebasan berpikir. Kedewasaan sangat penting bagi seseorang agar ia mampu menjalankan hidupnya dengan benar.
Sepanjang sejarah China, sering pula didengarkan mengenai larangan perjudian pada setiap dinasti. Bahkan sebagai negara modern, pemerintah China melarang permainan Mahjong di tanah leluhurnya sendiri. Santer pula terdengar kabar, China yang komunis ini melarang warganya untuk bermain judi di luar negeri.
Meskipun demikian, sejarah perjudian di China juga banyak tercatat. Pada zaman Dinasti Han (202-220 SM), Adalah Han Xin yang mengembangkan perjudian sepak bola antar prajurit perang. Penonton pertandingan bisa bertaruh uang pada pertandingan tersebut.
pada masa Dinasti Tang (618-907 M), komersialisasi judi dimulai. Berbagai jenis permainan pun dikembangkan.
Lalu perjudian pun menyentuh rakyat kecil. Komunitas pedesaan mengembangkan sabung ayam yang populer pada zaman Dinasti Yuan (1271-1368 M). Puncaknya terjadi pada Dinasti Ming (1368-1644 M). Orang-orang kaya banyak membuka kasino. Perjudian pun legal dan dianggap sebagai tempat rekreasi umum.
Melihat Perjudian dengan Cara yang Tidak Sederhana
Judi tidak bisa dilihat secara sederhana. Orang-orang Tionghoa melihat permainan judi melebihi sekadar menang atau kalah. Mungkin pernyataan sahabat saya juga benar, "judi untuk menguji keberanian dan insting."
Kembali kepada ajaran Confucianisme, Taoisme, dan Buddhisme. Ketiga prinsip yang menjadi landasan budaya Tionghoa ini tidak menyebutkan secara implisit mengenai larangan perjudian. Yang ada hanyalah aturan moral mengenai akibat dari perjudian atau pengambilan resiko tak terbatas secara lebih umum.
Tapi, China juga megenal 5 budaya negatif, yaitu Chi (Foya-foya), He (mabuk-mabukan), Piao (asusila), Yan (psikotropika), dan Du (judi). Namun, prinsip ini lebih kental kepada aturan negara bagi seseorang yang ingin menjadi Junzi alias PNS di zaman China kuno. Lima budaya negatif bukanlah doktrinisasi agama atau pun larangan budaya.
Cara Pandang Orang Tionghoa Terhadap Judi
Judi memang fatal. Namun orang Tionghoa memiliki cara pandangnya yang unik. Perjudian pada acara kematian atau pernikahan misalkan. Pihak keluarga yang menyelenggarakan berhak memungut "komisi" dari hasil perjudian sebagai sumbangan bagi keluarga.
Lebih jauh lagi, praktik perjudian seringkali dilihat dari sisi baiknya. Bagi orang Tionghoa, bermain mahjong diyakini sehat bagi orang tua agar tidak pikun. Lagipula, bermain Mahjong juga tidak sekadar mengandalkan hoki saja. Ada strategi dan proses kognitif yang dibutuhkan.
Begitu pula dengan permainan capsa yang mirip poker. Jika poker hanya mengandalkan "besar-besaran" kartu dan gertakan, capsa harus mengandalkan strategi menyusun kartu dan pembacaan kartu lawan.
Singkatnya, judi dalam budaya Tionghoa adalah permainan ketangkasan yang berbasis taruhan. Sementara judi yang umum adalah mengadu keberuntungan untuk menjadi lebih kaya.
Bagaimana dengan Pengaruh Keyakinan?
Sedikit banyak pengaruh spiritual juga mempengaruhi kebiasaan berjudi orang Tionghoa. Secara tradisi, mereka mempercayai adanya kekuatan eksternal yang memegang kendali atas diri.
Orang Tionghoa yakin bahwa seseorang bisa berbeda (lebih superior) karena adanya campur tangan para dewa. Thus, menjadi orang terpilih adalah sebuah kebanggaan. Sesuatu yang disebut hoki.
Dan perlu diketahi bahwa orang Tionghoa sangat terobsesi dengan hal ini. Benda-benda keberuntungan, pembacaan nasib, hingga Fengshui adalah contohnya. Jadilah judi menjadi salah satu ajang untuk mengetes hoki seseorang.
Jadi, jika budaya China erat dengan perjudian, itu benar. Tapi, tidak benar jika budaya China mendukung orang Tionghoa untuk berjudi. Kendati perjudian telah menjadi salah satu aktivitas sosial yang umum, tidak ada yang benar-benar mempermasalahkannya.
Judi baru dianggap tabu jika dilakukan secara berlebihan. Seseorang yang tidak tahu batasan akan dianggap tidak tahu diri dan bermoral bobrok.
Tidak ada bedanya dengan meminum minuman beralkohol. Selama tidak merugikan orang lain, sah-sah saja. Tapi, jika mabuk-mabukan di tengah jalan, maka ia sudah kelewat batas.
Semoga artikel ini bisa membuka dan menambah wawasan. Tidak semua hal yang buruk adalah buruk. Tidak semua hal yang baik juga baik. Kadang mungkin kita harus melihat dari sisi berbeda, agar dunia yang kita pandang, utuh tanpa prasangka.
Rudy Gunawan, B.A., CPS
Numerolog Pertama di Indonesia -- versi Rekor MURI
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H
Lihat Sosbud Selengkapnya
Pertanyaan pada judul pernah saya tanyakan kepada seorang kawan saat kita mengunjungi Crown Casino di Melbourne beberapa tahun silam. Ia menjawab dengan acuh; "mungkin karena orang Tionghoa senang mengambil resiko, jadi sesekali keberanian dan instingnya ingin diasah."
Saya tidak perlu bertanya lagi, karena yang ia ungkapkan tidak mewakili orang Tionghoa pada umumnya. Ia lebih mengukuhkan alasan terhadap hobi berjudinya.
Saya pun juga tidak perlu pembuktian lebih lanjut. Tersebab di lantai casino tersebut jelas terlihat wajah asia mendominasi.
Masih banyak permainan judi mendunia dengan embel-embel tionghoa. Di Casino sendiri, Pai Gow sudah menjadi salah satu permainan resmi. Ini belum termasuk Mahjong, Qiu-Qiu, hingga Capsa. Semuanya berbau Tionghoa.
Di Hongkong dan Taiwan, judi bahkan menjadi ajang silaturahim. Permainan Mahjong marak terlihat pada acara kedukaan atau perkawinan. Para tamu datang dengan hepi dan bermain di sana.
Lantas apakah fakta bahwa orang Tionghoa suka judi itu benar? Jelas tidak. Ini stereotip. Orang Tionghoa tiada bedanya dengan orang lain pada umumnya. Judi adalah masalah personal.
Namun menarik melihat fakta sejarah.
Dikutip dari sumber (1), sejarah perjudian China telah ada sejak 4.000 tahun lalu. Adalah permainan papan (boardgame) yang bernama Liu-bo. Sama seperti catur, liu-bo membutuhkan adu strategi dan kognitif untuk bisa menang.
Awalnya, taruhan uang bukan menjadi motivasi utama dalam permainan ini. Entah bagaimana, akhirnya liubo pun diubah menjadi permainan judi. Mah-tiae atau ma-diao. Ia adalah sejenis permainan dengan pola mix and match. Kelak Mah-tiae pun berevolusi menjadi permainan Mahjong yang kita kenal sekarang.
Disebutkan bahwa Mahjong berasal dari pemikiran filsuf besar China, Confucious. Namun, fakta ini masih ambigu dan perlu banyak perdebatan.
Lihat Sosbud Selengkapnya
Selain istri, wali juga perlu memberitahukan suami untuk berhenti berjudi
Semua lika-liku kehidupan merupakan musibah yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Ujian yang diberikan pasti sesuai dengan kemampuan hambanya masing-masing. Lagi pula, segala bentuk ujian diberikan agar umat-Nya mendapat pahala sebagai bekal masuk surga.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa seorang istri mempunyai enam orang wali, yaitu ayah, kakek, abang, adek, abang dari ayah, dan adek dari ayah.
Jika suami dari Mama bermain judi, maka yang harus dilakukan bukanlah memarahi suami, namun disarankan untuk melaporkan hal tersebut kepada wali yang dipercayai.
“Kalau suami ibu main judi, maka ibu bukan ngamuk ngamuk sama bapak, tapi melapor kepada wali. Wali yang memanggil suami untuk diberitahu,” kata Ustaz Somad.
Let’s watch this show on the app!
Scan this QR to download the Vidio app.
Segera ambil tindakan jika suami mama ketahuan bermain judi baik online maupun offline
Follow Popmama untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju, marak terjadinya kasus judi online. Hal tersebut tentu membuat para istri di luar sana mulai waspada terhadap sikap pasangannya. Sebagai seorang istri, Mama dituntut untuk lebih memperhatikan suaminya, jangan sampai suami terjerumus dalam dunia perjudian.
Bagi Mama yang mempunyai suami sudah terlibat permainan judi, Ustaz Abdul Somad menganjurkan untuk segera mengambil sikap. Usahakan jangan dibiarkan begitu saja. Kebiasaan buruk tersebut bisa diatasi dengan bantuan wali mama.
Melansir dari kanal YouTube Dakwah Singkat Padat, berikut Popmama.com telah merangkum informasi terkait cara menyikapi suami yang suka main judi menurut Ustaz Abdul Somad.